Olimpiade Tokyo 2021

Olimpiade Tokyo 2021: Windy Cantika Atlet Angkat Besi Dipersiapkan Raih Prestasi

agen taruhan judi bola – Pasca menjadi juara dunia kelas 49 kilogram putri Kejuaraan Dunia Yunior 2021 di Tashkent, Uzbekistan, Minggu (23/5/2021), Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) segera menyiapkan program khusus untuk lifter muda Windy Cantika Aisah agar bisa berprestasi di Olimpiade Tokyo, 23 Juli-8 Agustus mendatang. Kendati persaingan berat, lifter berusia 18 tahun itu diharapkan bisa membuat kejutan dalam ajang empat tahunan yang tertunda setahun tersebut.

”Sekembali di Jakarta, kami akan susun kembali program untuk Cantika. Kami bakal evaluasi apa saja yang masih kurang dari dia, mulai dari teknik hingga fisik. Kami masih ada waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan dia sebelum tampil di Olimpiade. Walau tidak mudah, kami berusaha agar dia bisa medali untuk mempertahankan tradisi medali angkat besi di Olimpiade,” ujar Manajer Tim Angkat Besi Pura Darmawan saat dihubungi

Pura mengatakan, pasca kasus Covid-19 yang terjadi di pelatnas angkat besi awal tahun ini, PB PABSI langsung menyiapkan program khusus untuk Cantika agar bisa mengunci tiket ke Olimpiade Tokyo. Kendati belum optimal, hasilnya mulai kelihatan ketika lifter kelahiran Bandung, Jawa Barat, 11 Juni 2002 itu meraih perunggu angkatan snatch seberat 87 kilogram dalam Kejuaraan Asia 2020 di Tashkent, Sabtu (17/4).

Hasil program itu benar-benar teruji saat Cantika tampil di Kejuaraan Dunia Yunior 2021. Dia sukses menyabet juara dunia kelas 49 kg dan tiga emas, yakni dari angkatan snatch 86 kg, clean & jerk 105 kg, dan total angkatan 191 kg. Selain mematahkan rekor pribadinya sekaligus rekor dunia remaja dengan total angkatan 190 kg (snatch 86 kg dan clean & jerk 104 kg) kala meraih emas SEA Games 2019 Filipina, hasil ini membuatnya mengukuhkan tiket ke Olimpiade Tokyo.

Akan tetapi, PB PABSI belum berpuas diri. Mereka segera menyiapan program lain yang dibuat khusus untuk mengantarkan Cantika meraih prestasi di Olimpiade. ”Nanti Bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI meliputi tim pelatih, psikolog, hingga ahli gizi melakukan analisa mengenai kelemahan Cantika. Hasil analisa itu menjadi rujukan membuat program baru yang sesuai kebutuhan untuk mendapatkan medali Olimpiade,” kata Pura.

Merujuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016, saat itu kelas 49 kilogram putri tidak dipertandingakan melainkan kelas 48 kilogram. Para peraih medalinya, yakni emas direbut lifter Thailand Sopita Tanasan dengan total angkatan 200 kg (snatch 92 kg dan clean & jerk 108 kg), perak didapat lifter Indonesia Sri Wahyuni Agustiani dengan total angkatan 192 kg (snatch 85 kg dan clean & jerk 107 kg), dan perunggu diraih lifter Jepang Hiromi Miyake dengan total angkatan 188 kg (snatch 81 kg dan clean & jerk 107 kg).

Olimpiade Tokyo 2021

Cantika berada di peringkat delapan dunia kelas 49 kg putri. Tujuh lifter lain yang berada di atas Cantika memiliki rekor total angkatan melampaui rekornya, seperti lifter China Zhihui Hou dengan total angkatan 213 kg, lifter Korea Utara Song Gum Ri dengan total angkatan 209 kg, dan lifter India Chanu Saikhom Mirabai dengan total angkatan 205 kg.

”Persaingan memang berat. Agar Cantika berprestasi di Olimpiade Tokyo, kami perlu bekerja keras. Apalagi dia baru ditargetkan muncul (berprestasi) di Olimpiade Paris 2024. Akan tetapi, kami tetap usaha supaya dia …